SIT ASH-SHIDDIIQI
logo gabungan1
PENERIMAAN
PESERTA DIDIK BARU
SIT ASH-SHIDDIIQI JAMBI
TAHUN AJARAN 2023/2024
MEMPERKENALKAN
MA (MADRASAH ALIYAH)
SELENGKAPNYA
SD IT 2 DI PEMAYUNG
SELENGKAPNYA
SMART CLASSROOM
SELENGKAPNYA
SEKOLAH PENGGERAK
SELENGKAPNYA
Untaian Cinta untuk Ayah dan Bunda

Ayah.. Bunda..

Apa kabar?

Kami harap Ayah dan Bunda selalu baik-baik saja. Semoga Allah selalu memberikan kasih dan sayangnya kepada Ayah dan Bunda.

Hari ini, melalui kalimat-kalimat ini, Kami ingin bercerita baaanyak kepada Ayah dan Bunda.

Tentang perjalanan Kami selama di pondok pesantren dan mengikuti kegiatan Quantum Tahfidz Ash-Shiddiiqi.

Ayah… Bunda…

Kami masih ingat, ketika ayah dan bunda mengantarkan kami di pondok pesantran ash shiddiiqi ini. Kala itu… kami melambaikan tangan kepada ayah dan bunda dengan air mata berderai di pipi. Karena sebenarnya kami tak ingin jauh dari ayah dan bunda.

Detik demi detik, jam demi jam, haripun berlalu, sampai akhirnya minggu dan bulan kami lalui bersama tangis, senyum, dan rindu yang mendera. Memberikan begitu banyak cerita yang memberikan perubahan yang begitu besar di hidup kami.

Meskipun Awalnya… kami merasa berat… marah… sedih… kesal dan kecewa, karena harus jauh dan melepas semua yang kami miliki di rumah, dan karena belum pernah menghafal dalam waktu singkat.

Awalnya kami ingin berteriak, “tempat apa ini ? Bising, ramai, susah istirahat.

Ayah… bunda… ternyataa kebisingan itu kini menjadi kebahagian kami. Keramaian itu kini menjadi kebersamaan kami.

Ayah, Bunda..

6 bulan bukanlah waktu yang sebentar…

Apakah Ayah dan Bunda tahu? Terkadang disaat kami merasa lelah, air mata tak sengaja jatuh di tengah-tengah lantunan ayat-ayat Al-quran yang sedang kami baca.

Begitu pula saat sosok Ayah dan Bunda terlintas di benak kami, kami rinduuuu …..

Pernah terbersit di benak kami bagaimana wajah kecewa Ayah dan Bunda ketika mengetahui bahwa putri kesayangannya ini tidak mampu untuk menghafal Al-quran.

Maafkan juga jika telpon dari kami kadang penuh diisi dengan isak tangis, bukan cerita yang membahagiakan.

Ayah, Bunda…

Kami tahu, proses kami begitu banyak lubang di sisi kanan dan kiri, tapi kami bangga dengan perubahan ini. Di saat semua orang lena dengan tidurnya pada jam 2 malam. Kami sudah sibuk mengatur antrian mandi, agar tidak terlambat hadir QTA.

Bunda… terimakasih atas segala kebaikan dan kasih sayang yang bunda berikan kepada anakmu ini…

Dulu bunda terbangun ditengah malam karena tangis anakmu ini. Jika anakmu sakit panas, bunda rela menjaga tanpa peduli rasa dingin dan kantuk yang mendera, bahkan nyawapun mungkin rela bunda berikan demi anakmu ini.

Ayah… terimakasih atas tetesan keringat yang ayah keluarkan demi mencari nafkah. Tak peduli hujan mengguyur, tak peduli panasnya terik matahari, mungkin yang ada di benakmu yang penting anakmu ini bisa menuntut ilmu dengan tenang dan sukses.

Ayah… Bunda….

Terima kasih untuk tak pernah lelah mendoakan anakmu ini. Terimakasih telah menitipkan kami ke tempat terbaik untuk dunia dan akhirat kita. Anakmu bahagia tinggal di pesantren.

Jikalau ayah dan bunda tidak menitipkan kami di pesantren, mungkin kami akan buta dengan agama, mungkin aku akan tersesat di dunia, mungkin aku tidak mengenal Al Quran.

Ayah… Bunda….

Tidak apa kita sementara berjauhan, asalkan kami bisa bersama ayah dan bunda di SurgaNYA kelak.

Ya Raaabb.. betapa kami ingin membahagiakan Ayah dan Bunda kami, kami ingin membuat mereka tersenyum bahagia. Izinkan kami ya Raab… izinkan kami untuk membuat Ayah dan Bunda berdiri tegak dengan jubbah dan mahkota kemulian di akhirat nanti.

Teruntuk Ustadz dan Ustadzah,

Terima kasih…

Terima kasih yang begitu dalam, untuk hari-hari dan tenaga yang telah Ustadz dan Ustadzah korbankan demi membimbing dan mengajar kami dalam melafadzkan dan melantunkan ayat-ayat Al-quran, meski tampak lelah di wajah Ustadzah. Namun, Keluh kesah tak pernah keluar dari bibir ustadz dan ustadzah.

Ustadz… ustadzah.. Hanya doa tulus yang bisa kami munajatkan semoga Allah senantiasa melindungi dan memberkahi setiap langkah ustadz dan ustadz

(Tim Pewarta HUMAS Ash-Shiddiiqi)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Klik Tombol Jika Anda Butuh Bantuan Kami